Puisi By: Nahrul Hayat Saleh
Lagi, lagi dan lagi
Renung jejak terhenti
Pada simpang laras yang ramai
Pernah menetap dan terlalui
Berapa lama waktu menghitung?
Mungkin ia pun nampak bingung
Sampai kapan kan terus murung?
Wahai diri yang terus mengalung
Pada bumi yang kupijak
Pada langit yang jauh terlihat
Sendiriku dalam bayang lahat
Berpaling dari gemerlap jahat
Tuhan…?
Jika jejakku terhanti pada pengharapan
Ku harap akhirku ada di pangkuan
Tuhan…
Namun jika masih ada kesempatan
Harapku tak lagi tersesat jalan
Makassar, 26/08/2025






























