MAKASSAR — Pengurus Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) bersama Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) menggelar LIDMI Tadabbur Forum Spesial Palestina bertema “Gaza Hari Ini: Genosida, Perang Narasi, dan Peran Mahasiswa” pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Masjid Kampus Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian menuju Muktamar VI LIDMI serta dihadirkan sebagai ruang edukasi dan konsolidasi mahasiswa dalam memahami situasi Palestina secara lebih utuh di tengah derasnya perang narasi global terkait konflik Gaza.
Forum tersebut menghadirkan pengamat Timur Tengah sekaligus dosen Hubungan Internasional Universitas Al Azhar Indonesia, Ustadz H. Pizaro Gozali Idrus, S.Sos., M.Sos., Ph.D (Cand.). Kegiatan dipandu oleh Ketua LDK MPM Universitas Hasanuddin, Shohib Fadhil Perdana, dan dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus serta aktivis dakwah mahasiswa di Makassar.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PP LIDMI sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Advokasi LIDMI, Shohib Muhammad Faisal Fathori, S.Kel., menegaskan bahwa isu Palestina harus tetap menjadi perhatian utama mahasiswa muslim di tengah dinamika geopolitik dunia saat ini.
“Di tengah kisruh Timur Tengah dan dinamika geopolitik global hari ini, satu hal yang mesti tetap kita jadikan pusat perhatian adalah nasib saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral, konstitusional, dan kemanusiaan untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina.
“Sebagai seorang mahasiswa, seharusnya kita menjadi yang terdepan dalam ikut andil menyuarakan dan mengadvokasi kemerdekaan Palestina sebagai kewajiban agama, amanah konstitusi, dan panggilan kemanusiaan,” lanjut Faisal.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Ustadz H. Pizaro Gozali Idrus mengingatkan pentingnya membangun solidaritas kemanusiaan yang inklusif dalam membela Gaza. Menurutnya, perjuangan Palestina tidak boleh dibatasi hanya pada kelompok tertentu.
“Jangan sampai kita menjadi tembok yang membatasi orang untuk peduli hanya karena mereka bukan aktivis dakwah. Tugas kita adalah merangkul setiap tangan, menyatukan setiap suara, dan memastikan bahwa siapa pun yang memiliki nurani punya ruang untuk membela Gaza,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa diam terhadap tragedi kemanusiaan merupakan bentuk keberpihakan yang berbahaya.
“Karena di hadapan genosida, satu-satunya pihak yang salah adalah mereka yang memilih untuk diam,” katanya.
Selain membahas kondisi terkini Gaza, forum ini juga menjadi momentum penguatan literasi geopolitik mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda dan distorsi informasi terkait Palestina. Melalui kegiatan ini, LIDMI dan FMDKI berharap lahir kesadaran kolektif mahasiswa untuk terus mengawal isu Palestina melalui edukasi publik, advokasi kemanusiaan, dan gerakan solidaritas yang berkelanjutan.
Reporter: Medikom PD Lidmi Makassar















































