MAKASSAR — Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) menggelar kegiatan Opening Daurah 10 Hari Menghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya pembinaan spiritual mahasiswa dalam membangun generasi muda pencinta Al-Qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat PP LIDMI, Makassar, pada Sabtu (21/2/2026), sebagai rangkaian program pembinaan Ramadan Lidmi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dihadiri pengurus dan peserta daurah, kemudian dilanjutkan dengan taujihat serta kebersamaan buka puasa bersama. Program ini menjadi langkah awal pembinaan intensif hafalan Al-Qur’an yang akan berlangsung selama sepuluh hari.
Ketua Umum PP LIDMI, Andi Muh. Shalihin, S.KM., M.KM., dalam sambutannya menegaskan bahwa daurah ini merupakan bentuk komitmen Lidmi dalam membina mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter.
“Daurah ini menjadi penanda komitmen LIDMI dalam membina mahasiswa yang berilmu dan berkarakter. Semoga kegiatan ini melahirkan generasi yang kokoh secara spiritual dan siap berkontribusi bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Pada sesi taujihat, Ustadz Hamri Munir, S.Pt., M.Si., Ketua Umum PP Lidmi periode 2020–2022, mengajak peserta untuk menumbuhkan semangat dalam menghafal Al-Qur’an serta menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari perjuangan dakwah generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa program daurah hafalan Al-Qur’an bukanlah kegiatan baru bagi Lidmi, melainkan pernah dilaksanakan pada beberapa tahun sebelumnya dan kini kembali dihidupkan sebagai bentuk kesinambungan pembinaan kader.
“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana kembali. Mari menjadi bagian dari perjuangan membangun generasi pencinta Al-Qur’an,” ungkapnya.
Dalam pesannya, ia juga menegaskan bahwa jumlah peserta yang tidak banyak bukanlah sebuah kekurangan. Ia mencontohkan kisah Mush’ab bin Umair yang diutus seorang diri ke Madinah, namun mampu membawa perubahan besar dalam sejarah dakwah Islam.
Menurutnya, kekuatan seorang pemuda tidak diukur dari jumlah, melainkan dari semangat dan kesungguhan dalam membawa nilai kebaikan. “Seorang pemuda dilihat dari semangatnya, bukan dari banyaknya jumlah,” pesannya kepada peserta.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara sederhana. Beberapa pengurus dan peserta sempat mengalami keterlambatan hadir akibat hujan yang mengguyur lokasi kegiatan. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat pelaksanaan kegiatan yang tetap berjalan dengan penuh antusias.
Semangat kebersamaan terlihat kuat sepanjang kegiatan, mencerminkan komitmen para peserta sebagai bagian dari generasi muda yang memposisikan diri sebagai harapan masa depan bangsa. Berbagai kendala, keterbatasan, dan tantangan tidak menjadi alasan untuk berhenti bergerak dalam upaya memperkuat nilai keislaman dan kontribusi sosial.
Rangkaian opening daurah kemudian dilanjutkan dengan pembinaan awal serta buka puasa bersama antara pengurus dan peserta sebagai bentuk penguatan ukhuwah dan kebersamaan dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, Lidmi berharap daurah hafalan Al-Qur’an dapat melahirkan generasi mahasiswa yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki kekuatan spiritual, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Medikom PP Lidmi
















































