Lidmi.or.id, KOTA DENPASAR – Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Bali berkumpul dalam acara bertajuk “Doa dari Bali untuk Palestina” yang diselenggarakan di Musholla Baitul Mukminin, Denpasar Selatan, pada 1 Mei 2025.
Kegiatan ini digagas oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Regional Bali, dengan dukungan sejumlah organisasi Islam di wilayah tersebut.
Dengan latar ikon Dome of the Rock sebagai simbol perlawanan dan kehormatan umat Islam, acara ini mengangkat tagline : “Karena setiap doa adalah kekuatan.”
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 10 kampus, di antaranya Universitas Udayana, Politeknik Negeri Bali, Universitas Pendidikan Nasional, ITB STIKOM Bali, dan Universitas Dhyana Pura.
Perwakilan PW Lidmi Bali, Sohib Muhammad Sufadli, hadir sebagai pemateri utama.
Ia memaparkan sejarah perjuangan Palestina dan menjawab pertanyaan mendasar yang banyak muncul di kalangan mahasiswa : Untuk apa kita membela Palestina? Bagaimana cara kita menolongnya? Apakah boikot adalah solusi?

“Jihad hari ini tidak selalu di medan tempur. Sebagai mahasiswa, jihad kita adalah dengan ilmu, doa, pena, dan solidaritas nyata,” tegas sohib Sufadli dalam penyampaiannya kepada Lidmi Media Center.
Pertanyaan dari peserta mencerminkan kesadaran dan keresahan kolektif mahasiswa Muslim di Pulau Dewata :
“Apakah dengan jumlah dan dukungan yang sedikit ada peluang bagi Palestina merdeka?” tanya Jordan, dari LDK FPMI Universitas Udayana.
Sementara dari UNDIKSA, muncul pertanyaan historis: “Kenapa Bani Israil dahulu enggan memasuki Palestina meski diperintahkan?”
Seorang muslimah dari kampus lain bertanya: “Apakah memboikot produk termasuk menghalangi rezeki orang lain?”

Fiqhan Arslayandi, Sekretaris Jendral yang mewakili Maulana Abdul Aziz Ketua FSLDKI Bali, membuka acara dengan sambutan hangat, diikuti oleh Wahyudin, Ketua Komisi A, yang sebelumnya turut mempersiapkan teknis acara.
Semangat peserta tergambar dari antusiasme dalam diskusi, hingga catatan mendalam dari peserta seperti Halimatus Zahroh yang dinobatkan sebagai penulis catatan terbaik.

Di akhir sesi, seluruh ketua LDK yang hadir dikumpulkan dalam forum khusus oleh PW Lidmi Bali.
Forum ini bertujuan memperkenalkan keberadaan Lidmi di wilayah Bali dan membangun sinergi dakwah kampus, khususnya dalam pengajaran Al-Qur’an dan pembinaan keislaman berbasis worldview Islam.
Acara ini mempertegas bahwa isu Palestina bukan hanya konflik geopolitik, melainkan ujian iman dan kesadaran ukhuwah.
Dari Bali yang damai, para aktivis dakwah kampus menyampaikan bahwa perjuangan membela Palestina tidak mengenal batas wilayah, dan tidak selalu dalam bentuk senjata : doa, ilmu, dan sinergi dakwah adalah bagian dari perlawanan itu sendiri.

Laporan : PW Lidmi Bali














































