MAKASSAR – Pimpinan Pusat LIDMI gelar kajian Forum Tadabbur Quran yang telah memasuki seri ke-6. Menghadirkan pendiri dan peneliti senior di INSISTS, Dr. Nirwan Syafrin Manurung, M.A sebagai pembicara.
Kegiatan yang berlasung secara daring itu mengusung tema “Pemimpin yang Adil Berdiri di atas Kebenaran dan Keadilan”, pada Kamis ( 22/06/2023).
Dr. Nirwan memaparkan bahwa seorang pemimpin dituntut amanah dalam kekuasaannya, tugasnya dengan tanggungjawab secara penuh, tidak elok bagi pemimpin menggunakan kekuasaannya tadi untuk kepentingan dirinya.
“Pemimpin itu wajib harus melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diamanahkan kepadanya. ini Jangan menganggap seolah-olah kekuasaan itu adalah bentuk keistimewaan bagi dirinya, menggunakan kekuasaannya tadi untuk kepentingan dirinya,”paparnya.
Selanjutnya, Dr. Nirwan menjelaskan bahwa para ulama menjadikan sifat adil jadi syarat yang utama dimiliki seorang pemimpin.
“Ini makanya para ulama kita menyaratkan, salah satu syarat jadi pemimpin itu adalah adil. Hal ini kita bisa baca misalnya dalam karyanya Al Mawardi Kitab al-Ahkam al-Sultania,”ujarnya.
Menurut Dr. Nirwan, pemimpin yang adil tidak boleh punya cacat yang akan mempengaruhi kepemimpinannya. Yang dimaksudkan beliau cacat pada moral, etika dan lain sebagainya.
“Pemimpin yang adil itu adalah betul-betul perjalanannya itu bersih, tidak ada cacatnya. Tapi, cacat disini betul-betul cacat yang akan mempengaruhi kepemimpinannya,”ucapnya.
Dr. Nirwan menekankan bahwa seorang pemimpin berkewajiban menghadirkan rasa nyaman, rasa tenang dan rasa adil ditengah masyarakat yang dipimpinnya.
“Dilihat track recordnya, dia orang yang istiqomah dalam hidupnya, konsisten yang tidak neko-neko misalnya. dijelaskan oleh Al Mawardi, ada integritas dan juga menanamkan Iman kepada masyarakatnya. Jadi tujuan dari pada pemimpin itu adalah menghadirkan rasa nyaman, rasa tenang dan rasa adil,”tekannya.
Laporan: Adib
Editor : Tim LMCnewsroom
















































