MAKASSAR — Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) menggelar Sharing Session Ramadan bertajuk “A Muslim’s Time Management for A Productive Ramadhan” pada Sabtu (21/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung melalui YouTube ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Great Ramadan Lidmi yang bertujuan membantu mahasiswa dan generasi muda muslim mempersiapkan Ramadan secara lebih produktif melalui pengelolaan waktu dan peningkatan kualitas ibadah.
Hadir sebagai narasumber, Ustadz Assoc. Prof. Muhammad Ammar Naufal, S.Pd., M.Ed., Ph.D., yang juga merupakan dosen Universitas Negeri Makassar. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum singkat yang memiliki nilai pahala berlipat ganda sehingga harus dimanfaatkan dengan amalan terbaik.
Menurutnya, banyak umat Islam menjalani Ramadan secara biasa-biasa saja, bahkan lebih banyak menghabiskan waktu di luar dibandingkan memakmurkan masjid dan meningkatkan ibadah.
“Ramadan hanya sebentar dan pahala dilipatgandakan. Karena itu, jangan menjalani Ramadan dengan amalan yang biasa seperti di luar Ramadan. Justru di bulan ini kita harus menghadirkan amalan yang luar biasa,” ujarnya dalam sesi materi.

Dalam pemaparannya, ia juga membagikan 10 langkah praktis booster iman sebagai panduan menjalani Ramadan yang produktif. Di antaranya menjaga shalat lima waktu berjamaah di masjid, melaksanakan shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, memperbanyak zikir pagi dan petang, serta meningkatkan sedekah meskipun dalam jumlah kecil.
Selain itu, peserta didorong untuk membiasakan membaca Al-Qur’an dengan target satu hari satu juz, memperbanyak doa pada waktu-waktu mustajab seperti menjelang berbuka dan sebelum Subuh, serta menghidupkan ibadah malam meski hanya dua rakaat di sepertiga malam.
Ia menegaskan bahwa manajemen waktu menjadi kunci utama agar seorang muslim mampu menyeimbangkan ibadah, aktivitas akademik, dan tanggung jawab sosial selama Ramadan tanpa kehilangan produktivitas.

Kegiatan yang dipandu oleh Shohib Akhmad Fajar, S.Pd., M.Pd., tersebut berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Lidmi berharap kegiatan ini dapat menjadi penguat spiritual sekaligus panduan praktis bagi mahasiswa dalam menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri.
Melalui program ini, Lidmi juga berkomitmen terus menghadirkan ruang pembinaan dan edukasi keislaman bagi mahasiswa sebagai bagian dari penguatan gerakan dakwah kampus menjelang pelaksanaan Muktamar VI Lidmi.
Medikom PP Lidmi
















































