Bulukumba, 4 April 2026 — Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) kembali meneguhkan komitmen dalam menguatkan gerakan dakwah kampus melalui kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Aktivis Dakwah yang digelar di Kabupaten Bulukumba, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari agenda serupa yang sebelumnya dilaksanakan di Makassar pada 19 April 2025. Di tengah dinamika zaman dan kompleksitas tantangan dakwah kontemporer, forum ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga ruang refleksi, konsolidasi, serta penguatan arah gerakan dakwah ke depan.
Kehadiran Pimpinan Pusat LIDMI di Bulukumba menjadi momen istimewa. Jika sebelumnya pengurus daerah yang mendatangi pusat, kali ini pimpinan pusat hadir langsung di tengah para aktivis daerah. Hal ini menciptakan suasana yang lebih hangat sekaligus mempererat kebersamaan dalam menjalankan dakwah kampus.
Mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah Dakwah”, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus LIDMI Bulukumba serta para aktivis dakwah kampus. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan, menyatukan visi, serta berbagi gagasan dan pengalaman dalam menguatkan gerakan dakwah.

Ketua PD LIDMI Bulukumba, Shohib Denil Suwedi, S.Pd., menegaskan bahwa silaturahmi memiliki peran penting dalam menjaga soliditas gerakan.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi sarana untuk menyatukan hati dan menguatkan visi dalam perjuangan dakwah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui silaturahmi, para aktivis dapat meminimalisasi kesalahpahaman, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat semangat kebersamaan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat LIDMI sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Advokasi LIDMI, Shohib Muhammad Faisal Fathori, S.Kel., menekankan pentingnya menjaga ukhuwah sebagai energi utama dalam dakwah.
“Ukhuwah adalah kekuatan besar dalam dakwah. Ketika hati para aktivis terikat, maka langkah akan lebih mudah disatukan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan merupakan keniscayaan yang tidak boleh melemahkan persatuan. Keikhlasan dan kelurusan niat, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan dakwah di tengah berbagai tantangan zaman.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi strategis. Para peserta menyatukan visi, menyusun langkah, serta memperjelas peran masing-masing dalam gerakan dakwah. Hal ini penting mengingat dakwah membutuhkan perencanaan yang matang serta sinergi yang kuat.
Dipandu oleh moderator Shohib Rahman B., S.Pd., selaku Sekretaris PD LIDMI Bulukumba, diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan yang tidak hanya konseptual, tetapi juga aplikatif dan solutif.
“Kita ingin forum ini menghasilkan langkah nyata yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas dakwah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti bahwa perjuangan dakwah merupakan proses panjang yang terus dirawat dari waktu ke waktu—mulai dari pertemuan strategis di Makassar hingga silaturahmi yang lebih dekat dan bermakna di Bulukumba.
Sebagai penutup, para aktivis diharapkan tetap istiqamah, kreatif, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman, sehingga dakwah kampus terus tumbuh dengan semangat yang kokoh, ilmu yang tajam, dan akhlak yang kuat.
Reporter: Rahman AL















































