• Tentang LIDMI
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang Kami
  • ARTIKEL
    Aktivis Dakwah dan Isu Lingkungan

    Aktivis Dakwah dan Isu Lingkungan

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    #HarapanUntukNegeri : Lidmi Wujudkan Transformasi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadan

    #HarapanUntukNegeri : Lidmi Wujudkan Transformasi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadan

    Meneguhkan Kebenaran di Era Post-Truth, Kupas Lidmi Dibuka!

    Kuliah Pemikiran Islam : Memperkokoh Pemikiran Islam di Tengah Arus Post-Truth

    Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

    Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

    Coffee Morning Lidmi : Satu Kopi, Satu Visi, Menuju Indonesia yang Lebih Baik!

    Coffee Morning Lidmi : Satu Kopi, Satu Visi, Menuju Indonesia yang Lebih Baik!

    Seruan Mahasiswa untuk Menghidupkan Dakwah Hijau dari Masjid ke Alam : Menanam di Bumi, Memetik di Akhirat

    Membangun Peradaban Islam : Manifestasi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalistik

    Membangun Peradaban Islam : Manifestasi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalistik

  • NASIONAL
    LIDMI Palu Gelar Musyawarah Kerja Daerah II, Bahas Transformasi Gerakan Dakwah Kampus

    LIDMI Palu Gelar Musyawarah Kerja Daerah II, Bahas Transformasi Gerakan Dakwah Kampus

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Menguatkan Ukhuwah, Menyusun Langkah, Meneguhkan Dakwah : Lidmi Gelar Silaturahmi Akbar Nasional

    Menguatkan Ukhuwah, Menyusun Langkah, Meneguhkan Dakwah : Lidmi Gelar Silaturahmi Akbar Nasional

    Perkuat Gerakan Sosial dan Dakwah Nasional melalui Lidmi Berbagi Berkah Ramadan 1446 H

    Perkuat Gerakan Sosial dan Dakwah Nasional melalui Lidmi Berbagi Berkah Ramadan 1446 H

    Berbagi Ifthar Berbagi Kebahagiaan : Program Nasional Lidmi Berbagi di Bulan Ramadan bersama PD Bulukumba

    Berbagi Ifthar Berbagi Kebahagiaan : Program Nasional Lidmi Berbagi di Bulan Ramadan bersama PD Bulukumba

    #HarapanUntukNegeri : Lidmi Wujudkan Transformasi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadan

    #HarapanUntukNegeri : Lidmi Wujudkan Transformasi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadan

    Meneguhkan Kebenaran di Era Post-Truth, Kupas Lidmi Dibuka!

    Kuliah Pemikiran Islam : Memperkokoh Pemikiran Islam di Tengah Arus Post-Truth

    Meneguhkan Kebenaran di Era Post-Truth, Kupas Lidmi Dibuka!

    Meneguhkan Kebenaran di Era Post-Truth, Kupas Lidmi Dibuka!

    Sehat dan Cerdas ala Muslim Sejati! LD Al-‘Aafiyah FKM UNHAS Gelar Webinar Kesehatan Islam

    Sehat dan Cerdas ala Muslim Sejati! LD Al-‘Aafiyah FKM UNHAS Gelar Webinar Kesehatan Islam

  • OPINI
    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Meniti Jalan Ilahi: Mencapai Sukses di Dunia dan Akhirat

    Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

    Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

    Coffee Morning Lidmi : Satu Kopi, Satu Visi, Menuju Indonesia yang Lebih Baik!

    Coffee Morning Lidmi : Satu Kopi, Satu Visi, Menuju Indonesia yang Lebih Baik!

    Seruan Mahasiswa untuk Menghidupkan Dakwah Hijau dari Masjid ke Alam : Menanam di Bumi, Memetik di Akhirat

    Membangun Peradaban Islam : Manifestasi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalistik

    Membangun Peradaban Islam : Manifestasi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalistik

    Mengokohkan Dakwah Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda: Pembentukan Peradaban Islam di Indonesia

    Mengokohkan Dakwah Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda: Pembentukan Peradaban Islam di Indonesia

  • LMC NEWSROOM
    Ngopi Lidmi di Palopo : Seruan untuk Sukses Dunia Tanpa Lupa Akhirat

    Ngopi Lidmi di Palopo : Seruan untuk Sukses Dunia Tanpa Lupa Akhirat

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Hadiri Forum Tadabbur Ayat-ayat Baitul Maqdis, PP Lidmi Tegaskan Komitmen untuk Perjuangan Kemenangan Palestina

    Hadiri Forum Tadabbur Ayat-ayat Baitul Maqdis, PP Lidmi Tegaskan Komitmen untuk Perjuangan Kemenangan Palestina

    Lidmi Bone Selenggarakan Pengukuhan, Upgrading dan Mukerda III

    Lidmi Bone Selenggarakan Pengukuhan, Upgrading dan Mukerda III

    Fokus pada Revitalisasi Dakwah Kampus, PD Lidmi Palopo Resmi Lantik Pengurus 2025-2027

    Fokus pada Revitalisasi Dakwah Kampus, PD Lidmi Palopo Resmi Lantik Pengurus 2025-2027

    Peringati Hari Nakba, FMN Ranting UMB Gelar Diskusi Publik Bertema Solidaritas untuk Palestina

    Peringati Hari Nakba, FMN Ranting UMB Gelar Diskusi Publik Bertema Solidaritas untuk Palestina

    Doa dari Bali untuk Palestina : Seruan Kesadaran dari Kampus-Kampus di Pulau Dewata

    Doa dari Bali untuk Palestina : Seruan Kesadaran dari Kampus-Kampus di Pulau Dewata

  • DAKWAH KAMPUS
    LIDMI Bulukumba Gelar Strategic Leadership Forum 2026, Perkuat Kepemimpinan Dakwah Mahasiswa

    LIDMI Bulukumba Gelar Strategic Leadership Forum 2026, Perkuat Kepemimpinan Dakwah Mahasiswa

    Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah LIDMI Bulukumba Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Aktivis, Dihadiri Pimpinan Pusat

    Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah: LIDMI Bulukumba Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Aktivis, Dihadiri Pimpinan Pusat

    Saat Ukhuwah Jadi Fondasi, Dakwah Menguat: Pesan Ustadz Ridwan Hamidi di Tabligh Akbar & Silaturahmi Nasional LIDMI

    Saat Ukhuwah Jadi Fondasi, Dakwah Menguat: Pesan Ustadz Ridwan Hamidi di Tabligh Akbar & Silaturahmi Nasional LIDMI

    Safari Ramadhan di Mesjid Agung 45 Makassar Mahasiswa Berbagai Kampus Eratkan Ukhuwah dan Semangat Kepedulian

    Safari Ramadhan di Mesjid Agung 45 Makassar: Mahasiswa Berbagai Kampus Eratkan Ukhuwah dan Semangat Kepedulian

    Tutup Daurah Ramadan 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, LIDMI Tegaskan Kebangkitan Peradaban Dimulai dari Generasi Qur’ani

    Tutup Daurah Ramadan 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, LIDMI Tegaskan Kebangkitan Peradaban Dimulai dari Generasi Qur’ani

    LIDMI dan Syabab Qur’an Muslimah Gelar Ramadan Berbagi, Tebar Ifthar untuk Mahasiswa dan Masyarakat

    LIDMI dan Syabab Qur’an Muslimah Gelar Ramadan Berbagi, Tebar 400 Paket Ifthar untuk Mahasiswa dan Masyarakat

    LIDMI Gelar Opening Daurah 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, Bangun Generasi Muda Pencinta Al-Qur’an

    LIDMI Gelar Opening Daurah 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, Bangun Generasi Muda Pencinta Al-Qur’an

    LIDMI Dorong Mahasiswa Maksimalkan Ramadan melalui Sharing Session Manajemen Waktu Produktif

    LIDMI Dorong Mahasiswa Maksimalkan Ramadan melalui Sharing Session Manajemen Waktu Produktif

    Transformasi Diri dan Meraih Gelar Takwa, PP Lidmi Sukses Menggelar Kajian Spirit Ramadan

    Transformasi Diri dan Meraih Gelar Takwa, PP Lidmi Sukses Menggelar Kajian Spirit Ramadan

  • HUBUNGI KAMI
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang Kami
  • ARTIKEL
    Aktivis Dakwah dan Isu Lingkungan

    Aktivis Dakwah dan Isu Lingkungan

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    #HarapanUntukNegeri : Lidmi Wujudkan Transformasi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadan

    #HarapanUntukNegeri : Lidmi Wujudkan Transformasi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadan

    Meneguhkan Kebenaran di Era Post-Truth, Kupas Lidmi Dibuka!

    Kuliah Pemikiran Islam : Memperkokoh Pemikiran Islam di Tengah Arus Post-Truth

    Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

    Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

    Coffee Morning Lidmi : Satu Kopi, Satu Visi, Menuju Indonesia yang Lebih Baik!

    Coffee Morning Lidmi : Satu Kopi, Satu Visi, Menuju Indonesia yang Lebih Baik!

    Seruan Mahasiswa untuk Menghidupkan Dakwah Hijau dari Masjid ke Alam : Menanam di Bumi, Memetik di Akhirat

    Membangun Peradaban Islam : Manifestasi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalistik

    Membangun Peradaban Islam : Manifestasi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalistik

  • NASIONAL
    LIDMI Palu Gelar Musyawarah Kerja Daerah II, Bahas Transformasi Gerakan Dakwah Kampus

    LIDMI Palu Gelar Musyawarah Kerja Daerah II, Bahas Transformasi Gerakan Dakwah Kampus

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Menguatkan Ukhuwah, Menyusun Langkah, Meneguhkan Dakwah : Lidmi Gelar Silaturahmi Akbar Nasional

    Menguatkan Ukhuwah, Menyusun Langkah, Meneguhkan Dakwah : Lidmi Gelar Silaturahmi Akbar Nasional

    Perkuat Gerakan Sosial dan Dakwah Nasional melalui Lidmi Berbagi Berkah Ramadan 1446 H

    Perkuat Gerakan Sosial dan Dakwah Nasional melalui Lidmi Berbagi Berkah Ramadan 1446 H

    Berbagi Ifthar Berbagi Kebahagiaan : Program Nasional Lidmi Berbagi di Bulan Ramadan bersama PD Bulukumba

    Berbagi Ifthar Berbagi Kebahagiaan : Program Nasional Lidmi Berbagi di Bulan Ramadan bersama PD Bulukumba

    #HarapanUntukNegeri : Lidmi Wujudkan Transformasi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadan

    #HarapanUntukNegeri : Lidmi Wujudkan Transformasi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadan

    Meneguhkan Kebenaran di Era Post-Truth, Kupas Lidmi Dibuka!

    Kuliah Pemikiran Islam : Memperkokoh Pemikiran Islam di Tengah Arus Post-Truth

    Meneguhkan Kebenaran di Era Post-Truth, Kupas Lidmi Dibuka!

    Meneguhkan Kebenaran di Era Post-Truth, Kupas Lidmi Dibuka!

    Sehat dan Cerdas ala Muslim Sejati! LD Al-‘Aafiyah FKM UNHAS Gelar Webinar Kesehatan Islam

    Sehat dan Cerdas ala Muslim Sejati! LD Al-‘Aafiyah FKM UNHAS Gelar Webinar Kesehatan Islam

  • OPINI
    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Meniti Jalan Ilahi: Mencapai Sukses di Dunia dan Akhirat

    Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

    Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

    Coffee Morning Lidmi : Satu Kopi, Satu Visi, Menuju Indonesia yang Lebih Baik!

    Coffee Morning Lidmi : Satu Kopi, Satu Visi, Menuju Indonesia yang Lebih Baik!

    Seruan Mahasiswa untuk Menghidupkan Dakwah Hijau dari Masjid ke Alam : Menanam di Bumi, Memetik di Akhirat

    Membangun Peradaban Islam : Manifestasi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalistik

    Membangun Peradaban Islam : Manifestasi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalistik

    Mengokohkan Dakwah Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda: Pembentukan Peradaban Islam di Indonesia

    Mengokohkan Dakwah Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda: Pembentukan Peradaban Islam di Indonesia

  • LMC NEWSROOM
    Ngopi Lidmi di Palopo : Seruan untuk Sukses Dunia Tanpa Lupa Akhirat

    Ngopi Lidmi di Palopo : Seruan untuk Sukses Dunia Tanpa Lupa Akhirat

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

    Hadiri Forum Tadabbur Ayat-ayat Baitul Maqdis, PP Lidmi Tegaskan Komitmen untuk Perjuangan Kemenangan Palestina

    Hadiri Forum Tadabbur Ayat-ayat Baitul Maqdis, PP Lidmi Tegaskan Komitmen untuk Perjuangan Kemenangan Palestina

    Lidmi Bone Selenggarakan Pengukuhan, Upgrading dan Mukerda III

    Lidmi Bone Selenggarakan Pengukuhan, Upgrading dan Mukerda III

    Fokus pada Revitalisasi Dakwah Kampus, PD Lidmi Palopo Resmi Lantik Pengurus 2025-2027

    Fokus pada Revitalisasi Dakwah Kampus, PD Lidmi Palopo Resmi Lantik Pengurus 2025-2027

    Peringati Hari Nakba, FMN Ranting UMB Gelar Diskusi Publik Bertema Solidaritas untuk Palestina

    Peringati Hari Nakba, FMN Ranting UMB Gelar Diskusi Publik Bertema Solidaritas untuk Palestina

    Doa dari Bali untuk Palestina : Seruan Kesadaran dari Kampus-Kampus di Pulau Dewata

    Doa dari Bali untuk Palestina : Seruan Kesadaran dari Kampus-Kampus di Pulau Dewata

  • DAKWAH KAMPUS
    LIDMI Bulukumba Gelar Strategic Leadership Forum 2026, Perkuat Kepemimpinan Dakwah Mahasiswa

    LIDMI Bulukumba Gelar Strategic Leadership Forum 2026, Perkuat Kepemimpinan Dakwah Mahasiswa

    Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah LIDMI Bulukumba Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Aktivis, Dihadiri Pimpinan Pusat

    Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah: LIDMI Bulukumba Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Aktivis, Dihadiri Pimpinan Pusat

    Saat Ukhuwah Jadi Fondasi, Dakwah Menguat: Pesan Ustadz Ridwan Hamidi di Tabligh Akbar & Silaturahmi Nasional LIDMI

    Saat Ukhuwah Jadi Fondasi, Dakwah Menguat: Pesan Ustadz Ridwan Hamidi di Tabligh Akbar & Silaturahmi Nasional LIDMI

    Safari Ramadhan di Mesjid Agung 45 Makassar Mahasiswa Berbagai Kampus Eratkan Ukhuwah dan Semangat Kepedulian

    Safari Ramadhan di Mesjid Agung 45 Makassar: Mahasiswa Berbagai Kampus Eratkan Ukhuwah dan Semangat Kepedulian

    Tutup Daurah Ramadan 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, LIDMI Tegaskan Kebangkitan Peradaban Dimulai dari Generasi Qur’ani

    Tutup Daurah Ramadan 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, LIDMI Tegaskan Kebangkitan Peradaban Dimulai dari Generasi Qur’ani

    LIDMI dan Syabab Qur’an Muslimah Gelar Ramadan Berbagi, Tebar Ifthar untuk Mahasiswa dan Masyarakat

    LIDMI dan Syabab Qur’an Muslimah Gelar Ramadan Berbagi, Tebar 400 Paket Ifthar untuk Mahasiswa dan Masyarakat

    LIDMI Gelar Opening Daurah 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, Bangun Generasi Muda Pencinta Al-Qur’an

    LIDMI Gelar Opening Daurah 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, Bangun Generasi Muda Pencinta Al-Qur’an

    LIDMI Dorong Mahasiswa Maksimalkan Ramadan melalui Sharing Session Manajemen Waktu Produktif

    LIDMI Dorong Mahasiswa Maksimalkan Ramadan melalui Sharing Session Manajemen Waktu Produktif

    Transformasi Diri dan Meraih Gelar Takwa, PP Lidmi Sukses Menggelar Kajian Spirit Ramadan

    Transformasi Diri dan Meraih Gelar Takwa, PP Lidmi Sukses Menggelar Kajian Spirit Ramadan

  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Opini

Menyoal Status Sebuah Bencana Alam

admin by admin
9 November 2018
0 0
0
Menyoal Status Sebuah Bencana Alam

Oleh: Arfan Arifuddin, S.S*

Di banyak tempat di dunia belakangan ini, khususnya di negeri kita yang tercinta, bencana alam silih berganti terjadi dan menyita perhatian kita. Tidak hanya mengendapkan pilu, tragedi beruntun tersebut menimbulkan banyak tanda tanya, “Apa yang sebenarnya sedang terjadi?”.

Bencana alam memang merupakan salah satu sunnatullah (ketetapan Allah subhanahu wata’ala). Ia adalah bagian dari takdir, tidak akan terjadi tanpa izin-Nya, tidak ada yang mampu mengubahnya, mempercepat atau menundanya, atau menghindar darinya.

فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلًا

Related Posts

Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

27 Juni 2025
Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

22 Juni 2025
Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

22 Juni 2025

Meniti Jalan Ilahi: Mencapai Sukses di Dunia dan Akhirat

8 Mei 2025

“Kamu tidak akan melihat ada pergantian pada sunnatullah, dan juga kamu tidak akan melihat ada perubahan pada sunnahtullah” (QS. Fathir: 43).

Namun di sisi lain, ada sejumlah hal penting dan bermanfaat untuk digali lebih dalam pada perspektif Quran dan sunnah, menjadi bahan perenungan dan pelajaran bagi orang-orang yang berfikir.

Apa status dari sebuah bencana?

Meskipun telah dijelaskan sebelumnya bahwa bencana alam – atau singkatnya bencana – merupakan bagian dari sunnatullah, namun jika dilihat lebih dalam maka sebuah bencana bisa berbeda-beda “statusnya.” Status yang dimaksud adalah istilah untuk menyifati bencana yang terjadi atas seseorang atau sekelompok manusia; apakah ia merupakan sebuah ujian, teguran, atau hukuman. Tidak ada dalil khusus mengenai peristilahan ini, hanya saja hal tersebut dilakukan untuk membantu memaknai dan menyikapi sebuah bencana dengan sebaik-baiknya.

Jika sebuah bencana menimpa suatu kaum yang seluruhnya kafir, maka dapat dipastikan bahwa itu adalah hukuman – atau dengan kata lain azab. Ini dapat dilihat pada kisah-kisah umat yang lampau, di mana Allah subhanahu wata’ala mengeluarkan para nabi dan pengikutnya yang beriman dari lokasi kaumnya kemudian menghancurkan mereka yang tetap kafir dan tersisih di tempat tersebut. Salah satu contohnya adalah Nabi Luth ’alaihissalam dan kaumnya yang dikisahkan dalam Quran:

فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ

“Maka pergilah (keluarlah dari kota) dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikutmu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu! Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” (QS. Hud: 81)

Kondisi seperti ini mungkin tidak akan terjadi lagi karena beberapa sebab. Salah satu ketetapan Allah subhanahu wata’ala atas umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam – yakni manusia yang datang setelah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam – adalah bahwa mereka yang membangkang tidak dibinasakan secara langsung dan menyeluruh, melainkan ada penundaan dengan berbagai hikmah. Di samping itu, manusia bercampur baur satu sama lain, mukmin dan kafir, orang saleh dan fasik hidup saling berdampingan dan tersebar di permukaan bumi. Bukannya sulit bagi Allah subhanahu wata’ala untuk menjatuhkan musibah dengan teliti, hanya saja Dia telah menetapkan bahwa masyarakat yang kafir tidak akan dimusnahkan total ketika di tengah-tengah mereka masih ada orang yang beriman, sedangkan tidak ada nabi lagi yang membawa mereka keluar dari wilayah tersebut ke wilayah lain yang Allah subhanahu wata’ala tentukan melalui wahyu. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Seandainya mereka terpisah, pasti Kami akan azab orang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.” (QS. al-Fath: 25)

Manusia hari ini dapat dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala:

مَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Kemudian kami wariskan kitab itu kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, maka di antara mereka ada yang zhalim atas dirinya, dan di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada yang mendahului dalam kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar” (QS. Fathir: 32)

Dalam tafsir ath-Thabari, dapat dipahami bahwa yang dimaksud orang yang zalim adalah orang yang banyak melakukan pelanggaran, yang pertengahan adalah orang yang beribadah tapi masih terdapat sejumlah kesalahan yang mereka terjatuh ke dalamnya, dan orang yang mendahului dalam kebaikan adalah orang yang telah sampai pada titik yang tinggi dalam hal kedekatan dengan Allah subhanahu wata’ala. Jika sebuah bencana terjadi dan menimpa masyarakat “heterogen” dengan keberadaan tiga kelompok tersebut, maka satu bencana bisa saja memiliki tiga status sekaligus. Sekali lagi, tidak ada dalil tentang pengelompokan ini, ini hanya untuk membantu memaknai sebuah bencana berdasarkan tuntunan syariat.

Sebuah bencana dikatakan ujian jika menyentuh orang-orang yang baik iman dan amal salehnya, yang terealisasi dalam bentuk prasangka baik dan keteguhan hati dalam kesabaran. Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang mereka:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ . الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Dan sungguh akan Kami uji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata: ‘sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali’” (QS. al-Baqarah: 155-156)

Mereka pada dasarnya sudah baik ibadahnya, setelah ditimpa bencana mereka semakin melejit, musibah tersebut menambah tinggi kedudukan mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang sikap mereka:

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Mereka itulah yang mendapatkan shalawat dari Tuhan mereka dan juga rahmat. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk” (QS. al-Baqarah: 157)

Adapun jika sebuah bencana menimpa orang yang timbul tenggelam antar ketaatan dan kemaksiatan, maka dapat dikatakan bahwa bencana tersebut adalah teguran. Allah subhanahu wata’ala ingin mereka bersungguh-sungguh dalam kebaikan dan mulai untuk meninggalkan hal-hal yang memicu murka-Nya dengan sepenuh hati mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan Kami benar-benar akan membuat mereka merasakan sebagian azab yang dekat sebelum azab yang besar, semoga mereka kembali (pada ketaatan)” (QS. as-Sajdah: 21)

Azab yang dekat adalah bencana duniawi sedangkan azab yang besar adalah neraka pada hari kiamat. Maksiat yang selama ini mereka lakukan akan mengantarkan mereka ke neraka, Allah subhanahu wata’ala menegur dengan mencicipkan kepada mereka bencana, jika setelah itu mereka taubat dan memperbaiki diri, maka kelak mereka justru akan masuk surga.

Yang terakhir, jika sebuah bencana meliputi orang-orang yang durhaka, telah berulang kali diingatkan oleh orang-orang mushlih (punya kepedulian untuk memperbaiki masyarakat) tapi tetap saja tidak bergeming, maka dapat dikatakan bencana tersebut adalah azab. Kejadian tersebut menjadi petaka di dunia kemudian menjadi lubang yang akan menggelindingkan mereka ke arah bencana yang lebih dahsyat di akhirat kelak. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Itu adalah kehinaan untuk mereka di dunia, dan bagi mereka di akhirat azab yang besar” (QS. al-Maidah: 33)

Akan tetapi, setelah mengetahui hal ini, apakah lantas kita berhak memvonis para korban dan penyintas (yang selamat dari bencana), bahwa si A sedang diuji, si B sedang ditegur, dan si C sedang dihukum oleh Allah subhanahu wata’ala? Tentunya tidak, karena yang mampu menilai kualitas iman seseorang sebelum dan sesudah bencana terjadi hanya Allah subhanahu wata’ala semata.

رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ ۖ إِن يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ أَوْ إِن يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ

“Tuhan kalian lebih mengetahui (keadaan) kalian, jika Dia berkehendak Dia merahmati kalian, atau jika Dia berkehendak Dia mengazab kalian” (QS. Al-Isra: 54)

Karena itu, orang yang menyaksikan bencana tak perlu terburu-buru dan menyibukkan diri menghakimi orang lain di depan khalayak atau media sosial dengan mengatakan “Kota ini sedang disiksa karena seluruh warganya durhaka pada Allah subhanahu wata’ala.” Cukuplah mengetahui ketiga hal itu menjadi pelajaran untuk mengintrospeksi diri sendiri. Di sisa lain, jauh lebih bermanfaat jika kita memberikan penguatan, menuntun para penyintas untuk bersabar dan ber-istirja’ (mengucapkan kalimat innalillah), mendoakan yang meninggal, dan memulihkan kondisi dengan segenap tenaga dan materi yang dimiliki.

Adapun mereka yang menjadi korban, wajib untuk terus berprasangka baik pada Allah subhanahu wata’ala. Dia seyogyanya meyakini bahwa apa yang tengah dihadapi adalah ujian bagi keimanannya dan atau teguran atas dosa yang selama ini masih dilakoni. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan dalam hadis qudsi:

[عن أبي هريرة:] إنَّ اللهَ جلَّ وعلا يقولُ: أنا عندَ ظنِّ عبدي بي إنْ ظنَّ خيرًا فله وإنْ ظنَّ شرًّا فله

“Dari Abu Hurairah, ‘Sesungguhnya Allah berfirman: Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku. Jika dia berprasangka baik maka baginya (kebaikan itu), dan jika dia berprasangka buruk maka baginya (keburukan itu)” (HR. Ibnu Hibban)

Jangan sama sekali dia menggapnya azab karena hal tersebut menyiratkan fikiran bahwa Allah subhanahu wata’ala membencinya sehingga menghukumnya. Hal seperti ini akan menjerumuskan pada sikap putus asa terhadap rahmat Allah subhanahu wata’ala, padahal sikap seperti ini diharamkan, seperti dalam firman-Nya:

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian  berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Orang-orang yang menyaksikan sebuah bencana, bagaimana seharusnya mereka bersikap?

Orang-orang yang menyaksikan atau mengetahui terjadinya sebuah bencana – bencana, secara langsung maupun melalui media – terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah – lagi-lagi – orang yang setelah menyaksikannya maka ia mengambil pelajaran kemudian ketakwaannya kepada Allah subhanahu wata’ala semakin meningkat. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaf: 37(

Kelompok kedua adalah orang-orang yang tidak merasakan manfaat apapun dalam hal keimanan. Kejadian yang disaksikan tidak berbekas sedikit pun di dalam hati dan dia menganggapnya hal yang biasa-biasa saja. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

قُلِ انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَن قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Yunus: 101)

Bencana itu fenomena alam atau kehendak Allah subhanahu wata’ala?

Fenomena, menurut KBBI, adalah hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah. Dengan pengertian ini, maka bencana alam masuk ke dalam kategori fenomena alam. Di sisi lain, teks Quran dan hadis menegaskan bahwa sebuah bencana terjadi atas perintah Allah subhanahu wata’ala. Apakah dua hal ini bertentangan? Sama sekali tidak. Kita memahami bahwa memang segala sesuatu di dunia ini – kecil maupun besar – terjadi atas kehendak atau izin dari Tuhan semesta alam. Kehendak atau izin tersebut Allah subhanahu wata’ala tuangkan dalam bentuk hukum alam, dalam rangkaian sebab-akibat yang secara umum mampu dipahami oleh nalar manusia.

Allah subhanahu wata’ala yang menciptakan manusia, namun manusia tidak langsung muncul begitu saja, melainkan melalui tahapan biologis yang sudah dipahami, dan hal ini juga disebutkan dalam Quran:

خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ

“Dia menciptakan manusia dari segumpal darah (yang berasal dari mani yang kemudian tumbuh menjadi janin)” (QS. Al-Alaq: 2).

Allah subhanahu wata’ala yang menurunkan hujan, tetapi hujan turun bukan dari ketiadaan, melainkan dari awan pada siklus yang telah diterangkan oleh ipteks dan juga oleh Quran:

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Allah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka bergembira.” (QS. Ar-Rum: 48)

Begitu pun bencana alam, Allah subhanahu wata’ala yang menciptakan gempa, Dialah yang memberikan daya pada lempeng tektonik untuk bergerak – seperti dalam firman-Nya:

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ

“Kamu lihat gunung itu, kamu menyangkanya diam padahal dia bergerak seperti bergeraknya awan” (QS. An-Naml: 88).

Hingga bertubrukan di dasar samudra, menimbulkan goncangan yang amat dahsyat, memindahkan secara cepat massa air laut ke daratan sebagai sebuah tsunami, dan menggetarkan tanah berair hingga memicu likuifaksi yang menelan segala sesuatu yang ada di atasnya.

Pertumbuhan janin adalah fenomena, siklus air adalah fenomena, bencana alam adalah fenomena, segala sesuatu di bumi ini adalah fenomena, dan fenomena tersebut terjadi dengan rumus rancangan Zat Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Di sisi-Nya kunci-kunci ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa yang di darat dan di laut. Tidak ada yang jatuh berupa daun melainkan Dia mengetahuinya, tidak pula biji-bijian yang ada dalam kegelapan bumi, tidak pula sesuatu yang basah maupun yang kering kecuali (tercatat) pada kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (QS. Al-An’am: 59)

Jika bencana adalah azab, mengapa banyak masyarakat yang durhaka tetapi hingga saat ini aman-aman saja?

Jika gempa dapat menjadi azab, mengapa di pulau tertentu – seperti Kalimantan – tidak terdapat aktivitas sesar pemicu gempa, apakah semua penduduknya suci dari dosa sehingga tidak terancam bencana? Kemudian, Jika keamanan suatu wilayah dikaitakan dengan kesalehan, bagaimana dengan negera-negara yang penduduknya mayoritas non-muslim namun kian kemari kian makmur? Demikian beberapa pertanyaan yang sering timbul ketika fenomena bencana dikaitkan dengan nilai-nilai religius.

Jika pulau Kalimantan nampak aman dari potensi gempa kemudian dikatakan bahwa hal ini menyalahi pernyataan bahwa gempa dipicu oleh dosa maka ini pandangan yang sempit. Kita memahami bahwa selain gempa ada berbagai jenis bencana lain yang mengancam, baik pulau Kalimantan maupun seluruh tempat di permukaan bumi ini.

Adapun daerah yang hingga saat ini belum pernah disentuh bencana, maka ada beberapa kondisi yang perlu diuraikan satu per satu. Jika di suatu kawasan terdapat kebaikan dalam kehidupan beragama maka hal tersebut bisa menjadi faktor utama perlindungan dari musibah; di antaranya ada dua hal utama. Yang pertama adalah istigfar. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan tidak mungkin Allah mengazab mereka sedangkan mereka beristigfar” (QS. Al-Anfal)

Yang kedua adalah al-islah atau usaha perbaikan anggota masyarakat tertentu terhadap anggota masyarakat lain yang menyimpang. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Dan tidak mungkin Tuhanmu menghancurkan suatu negeri dengan zalim padahal penduduknya melakukan perbaikan-perbaikan” (QS. Hud: 117)

Inilah amalan tolak bala yang sesungguhnya, bukan dengan larung sesajen atau ritual syirik lainnya yang sejatinya justru menjadi pengundang bala.

Adapun jika suatu daerah didominasi keburukan bahkan kekufuran dan belum tersentuh bencana maka juga ada setidaknya dua kemungkinan. Pertama, Allah subhanahu wata’ala mengulur waktu sehingga mereka terus menumpuk dosa. Oleh karena itu, kita tidak boleh tertipu dengan kesenangan hidup yang meliputi mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِّأَنفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Dan janganlah orang-orang kafir itu mengira bahwa Kami mengulur waktu mereka itu baik untuk mereka! Sesungguhnya Kami hanya mengulur waktu mereka agar bertambah dosa mereka dan bagi mereka (kelak) azab yang menghinakan” (QS. Ali Imran: 178)

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ. مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Janganlah kehidupan orang-orang kafir di negeri-negeri (mereka) membuatmu tertipu. Itu hanya kenikmatan yang sedikit, kemudian (kelak) tempat tinggal mereka adalah neraka Jahannam, dan dia adalah tempat yang terburuk” (QS. Ali Imran: 196)

Kedua, Allah subhanahu wata’ala masih memberikan kesempatan untuk berfikir dan kembali pada ketaatan. Ini nyata merupakan bagian dari kasih sayang Allah subhanahu wata’ala, karena seandainya setiap dosa dibayar “kontan” dengan musibah, mungkin manusia akan punah dalam waktu singkat. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ ۖ لَوْ يُؤَاخِذُهُم بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ ۚ بَل لَّهُم مَّوْعِدٌ لَّن يَجِدُوا مِن دُونِهِ مَوْئِلًا

“Dan Tuhanmu Maha Pengampun lagi memiliki rahmat. Seandainya Dia menghukum mereka dengan (setiap) yang mereka kerjakan pastilah Dia telah menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi (tidak demikian), bagi mereka ada perjanjian (waktu) yang (ketika telah tiba) mereka tidak akan mendapatkan tempat berlindung darinya” (QS. al-Kahfi: 59)

Ketika membaca tulisan ini Alhamdulillah kita masih menikmati hidup. Hanya Allah subhanahu wata’ala dan kita sendiri yang tahu apa yang telah kita lakukan sejak lampau hingga detik ini. Namun, masih mampunya kita hari ini untuk bernafas adalah bukti nyata kasih sayang Allah subhanahu wata’ala; yakni kesempatan untuk terus melakukan dua hal besar: memperbaiki kesalahan dan menambah kebaikan. Wallahu a’lam. []


*Staff Departemen Ke-LDK-an PP Lidmi Periode 1439-1441 H/ 2017-2019 M

Previous Post

Bahas Islam Nusantara, Ini Pesan Ustad Ismail Rajab dalam Kuliah Pemikiran Islam LIDMI Makassar

Next Post

Pengurus LIDMI Makassar Periode 1439 – 1441 Hijriah Resmi Dilantik

admin

admin

Related Posts

Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?
Departemen Kajian Strategis

Forum Tadabur LIDMI Bahas Konflik Iran-Israel : Ujian Umat atau Ancaman Global bagi Dunia Islam?

by Ahmad Robbani
27 Juni 2025
Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air
Artikel

Pemerintah Rencanakan Tambang di Atas Sumber Air, Warga Mulai Latihan Hidup Tanpa Air

by Ahmad Robbani
22 Juni 2025
Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya
Artikel

Sinjai no Monogatari: Akatsuki, Tambang, dan Misi Tersembunyi Kaguya

by Ahmad Robbani
22 Juni 2025
Opini

Meniti Jalan Ilahi: Mencapai Sukses di Dunia dan Akhirat

by Rahman AL
8 Mei 2025
Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1
Jurnalis Mahasiswa Muslim

Perkumpulan yang tak memiliki Media, Perkumpulan Buta Tuli! Pelatihan Jurnalistik Lidmi Pertemuan 1

by Ahmad Robbani
1 Januari 2025
Next Post
Pengurus LIDMI Makassar Periode 1439 – 1441 Hijriah Resmi Dilantik

Pengurus LIDMI Makassar Periode 1439 - 1441 Hijriah Resmi Dilantik

Dukung Pembangunan Sekolah Semi Permanen LIDMI Peduli Bersama LDK Binaan di Sul-Teng

Dukung Pembangunan Sekolah Semi Permanen LIDMI Peduli Bersama LDK Binaan di Sul-Teng

Islamisasi Ilmu Kedokteran, Lidmi Makassar Kupas Tuntas Praktek Evidence-based Medicine (EBM)

Islamisasi Ilmu Kedokteran, Lidmi Makassar Kupas Tuntas Praktek Evidence-based Medicine (EBM)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Recommended Stories

Ketua PP LIDMI :  LIDMI Harus Terus Berkontribusi Dalam Melakukan Perbaikan di Tengah Umat.

Ketua PP LIDMI : LIDMI Harus Terus Berkontribusi Dalam Melakukan Perbaikan di Tengah Umat.

16 Mei 2022
Orang Tua yang Durhaka Pada Anaknya: Refleksi Hari Anak Indonesia

Orang Tua yang Durhaka Pada Anaknya: Refleksi Hari Anak Indonesia

23 Juli 2019
Tanggapan Afi Nihaya Soal Kasus Prostitusi Online Tuai Banyak Kritikan, Ini Diantaranya

Tanggapan Afi Nihaya Soal Kasus Prostitusi Online Tuai Banyak Kritikan, Ini Diantaranya

12 Januari 2019

Popular Stories

  • Arti Sahabat dalam Islam

    Arti Sahabat dalam Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LGBT Ternyata Bisa Sembuh; Ini Buktinya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Refleksi Tujuan Pendidikan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan, Pengorbanan dan Pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tarbiyah, Murobbi dan Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
LIDMI Bulukumba Gelar Strategic Leadership Forum 2026, Perkuat Kepemimpinan Dakwah Mahasiswa
Dakwah Kampus

LIDMI Bulukumba Gelar Strategic Leadership Forum 2026, Perkuat Kepemimpinan Dakwah Mahasiswa

by Admin 2
21 April 2026
0

Bulukumba, 18 April 2026 — Pengurus Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) Bulukumba menggelar Strategic Leadership Forum (SLF) 2026 pada...

Read moreDetails
Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah LIDMI Bulukumba Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Aktivis, Dihadiri Pimpinan Pusat

Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah: LIDMI Bulukumba Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Aktivis, Dihadiri Pimpinan Pusat

21 April 2026
Saat Ukhuwah Jadi Fondasi, Dakwah Menguat: Pesan Ustadz Ridwan Hamidi di Tabligh Akbar & Silaturahmi Nasional LIDMI

Saat Ukhuwah Jadi Fondasi, Dakwah Menguat: Pesan Ustadz Ridwan Hamidi di Tabligh Akbar & Silaturahmi Nasional LIDMI

28 Maret 2026
Safari Ramadhan di Mesjid Agung 45 Makassar Mahasiswa Berbagai Kampus Eratkan Ukhuwah dan Semangat Kepedulian

Safari Ramadhan di Mesjid Agung 45 Makassar: Mahasiswa Berbagai Kampus Eratkan Ukhuwah dan Semangat Kepedulian

11 Maret 2026
Tutup Daurah Ramadan 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, LIDMI Tegaskan Kebangkitan Peradaban Dimulai dari Generasi Qur’ani

Tutup Daurah Ramadan 10 Hari Menghafal Al-Qur’an, LIDMI Tegaskan Kebangkitan Peradaban Dimulai dari Generasi Qur’ani

8 Maret 2026
Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia

Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia merupakan lembaga kepemudaan yang menghimpun mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang memiliki tujuan membantuk generasi beradab, dengan tiga trilogi pergerakan yakni keislaman, intelektual dan kebangsaan.

Follow Us

© 2023 Web Design By Mubarak Group Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang Kami
  • ARTIKEL
  • NASIONAL
  • OPINI
  • LMC NEWSROOM
  • DAKWAH KAMPUS
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 Web Design By Mubarak Group Indonesia