Lidmi.or.id, MAKASSAR — Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi) kembali menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bertema “Menjadi Jurnalis Dakwah Kampus Indonesia” pada Rabu, 25 Desember 2024.
Opening Ceremony pelatihan jurnalistik (25/12) diikuti oleh para pengurus LDK dan KDMI dari berbagai wilayah di Indonesia.
Acara ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan menulis dan literasi di kalangan mahasiswa, serta memperkuat peran pemuda dalam mengisi ruang media dengan konten positif berbasis nilai-nilai Islam.
Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan beberapa pemateri terkemuka di bidang jurnalistik dan literasi Islam, di antaranya :
Muhammad Akbar, S.Pd., M.Pd., C.E.T., Founder Daar Al Qalam dan Mujahiddakwah.com
Mas Imam Nawawi, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah tahun 2020-2023.
Pemateri Bahas Literasi dalam Perspektif Islam
Dalam arahannya, Muhammad Akbar menekankan pentingnya literasi dalam membangun peradaban.
Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tulisan.
Ia mengutip tafsir Surah Al-Alaq dan Al-Qalam sebagai pengingat bahwa literasi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, yang juga menjadi alat untuk mencatat amal perbuatan manusia.
“Literasi dalam perspektif Islam adalah fondasi untuk menyebarkan nilai-nilai kebenaran, dan kita sebagai generasi penerus dakwah harus menjadi pelopor dalam menguasai ilmu ini,” ujar Akbar.
Meningkatkan Kualitas Jurnalistik Dakwah
Mas Imam Nawawi dalam pembicaraannya turut menegaskan bahwa menulis adalah pekerjaan yang mencerminkan kualitas berpikir seseorang.
Ia mengajak peserta untuk menjadikan menulis sebagai sarana untuk memperkuat peradaban Islam melalui media.
“Kita harus mengisi ruang media dengan konten yang positif. Jika kita tidak melakukannya, konten destruktiflah yang akan mendominasi,” tegas Imam Nawawi.
Ia juga menyampaikan pentingnya menulis untuk membangun kesadaran publik dan memperkenalkan gagasan-gagasan besar yang dimiliki oleh umat Islam, agar tidak terpinggirkan di tengah derasnya arus informasi global.
Kesempatan Pembinaan Berkelanjutan
Pelatihan ini tidak hanya menawarkan materi tentang teknik jurnalistik, tetapi juga memberikan pembinaan pasca-pelatihan selama 12 pertemuan yang akan berlangsung dua kali per minggu.
Peserta juga akan mendapatkan sertifikat dari Mujahiddakwah.com, akses ke Lidmi Media Center, dan kesempatan untuk bergabung sebagai kontributor di media-media dakwah.
“Pelatihan ini adalah langkah awal bagi kita semua untuk menjadi insan literasi yang tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga memahami dan membangun peradaban,” ujar Ketua Umum Lidmi, Andi Muhammad Shalihin, dalam sambutannya.
Keterlibatan Pengurus Infokom Lidmi
Sebagai bagian dari upaya pengembangan kapasitas, seluruh pengurus Infokom di berbagai tingkatan (Komisariat, Daerah, Wilayah, Pusat) Lidmi diwajibkan mengikuti pelatihan ini.
Fasilitas subsidi 100% diberikan kepada pendaftar dari pengurus LDK, KDMI, dan komisariat yang mendaftar pada periode 18–25 Desember 2024.
Pelatihan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan dakwah melalui media, yang diharapkan dapat menghasilkan jurnalis dakwah yang profesional dan berintegritas.
Lahir di Kab. Bulukumba pada tahun Reformasi, skill dan pemahaman IT yang cukup untuk survive. Tinggal di tiga Daerah : Bulukumba - Kota Palopo - Kab. Polman, Prov. Sulbar
Bulukumba, 18 April 2026 — Pengurus Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) Bulukumba menggelar Strategic Leadership Forum (SLF) 2026 pada...