Penulis: Arfan, Ketua Departemen Pendidikan Al-Qur’an PP Lidmi

Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata,

إنّ في الدينا جنة من لم يدخلها لم يدخل جنة الآخرة

Artinya: “Sesungguhnya di dunia ini terdapat surga. Siapa yang tidak memasuki surga dunia maka dia tidak masuk ke dalam surga akhirat.”

Surga dunia yang beliau maksud adalah kenikmatan dalam ibadah dan ketakwaan dalam menjalani kehidupan. Siapa yang tidak mendapatkan hal tersebut di dunia ini, dia tidak mungkin masuk ke dalam surga setelah kematiannya.

Kaitannya dengan kemerdekaan, dapat pula dikatakan, “Sesungguhnya di dunia ini ada kemerdekaan. Siapa yang tidak merdeka di dunia, dia tidak akan memperoleh kemerdekaan di akhirat.” Kemerdekaan di akhirat adalah terbebas dari siksaan api neraka dan masuk ke dalam surga. Hal ini sebagaimana firman Allah,

فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

Artinya: “Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah memperoleh kemenangan.” (Q.S. Ali Imran: 185)

Allah juga berfirman,

مَّن يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍۢ فَقَدْ رَحِمَهُۥ ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْمُبِينُ

Artinya: “Barang siapa yang dijauhkan azab dari padanya pada hari (kiamat) itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata.”

Adapun di dunia, kemerdekaan adalah dengan menaati Allah dan rasul-Nya. Allah berfirman,

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: “Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Q.S. al-Ahzab: 71)

Orang yang taat itu merdeka karena mereka bebas menikmati berbagai hal yang dihalalkan oleh Allah untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Adapun orang yang tidak taat kepada Allah, maka dia pasti akan tunduk kepada hal lain.

Sebagian orang mengira bahwa apabila dia membangkan dari agama, maka dia bebas dan merdeka. Padahal hakikatnya, jika dia berpaling dari Allah maka dia menyerahkan dirinya kepada sesama makhluk yang sama atau bahkan lebih rendah dari dirinya sendiri. Dia akan menjadi hamba dunia, harta, bahkan dia bisa menjadi budak hawa nafsunya sendiri dan tertawan oleh musuh abadinya, yaitu setan. Jika sudah demikian, maka langkahnya menjadi terbatas, hidupnya akan terhimpit, dan dia tidak bisa menikmati kecuali sedikit hal yang diiming-imingkan oleh tuhan-tuhannya tersebut.

Allah berfirman,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌ

Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Mengomentari ayat ini, Syekh Abdul Aziz al-Tharifi berkata (yang maknanya), “Bumi ini luas sedangkan langkah-langkah setan itu sempit. Orang yang merdeka adalah yang bisa menikmati hal yang luas, sedangkan orang yang terjajah adalah yang hanya mengekor kepada orang lain di jalan yang sempit.”

Demikian pula mahasiswa, dia dikatakan merdeka apabila dia menjalani pendidikannya dengan kelapangan, bukan di bawah kungkungan berbagai hal negatif. Orientasinya lapang dengan orientasi ukhrawi, tidak tercekoki materialisme. Akalnya merdeka, tidak terhinakan oleh kejahilan. Jasadnya bebas, terlepas dari jeratan syahwat dan belenggu kemalasan. Cita-citanya luas, tidak harus sama dengan keinginan rendah kebanyakan manusia. Inilah mahasiswa yang merdeka dalam studinya. Mereka pulalah yang akan merdeka dalam lingkungan bermasyarakat kelak dan, yang paling utama, mereka juga akan merdeka di kehidupan akhirat.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.” (Q.S. al-Naba: 31)

وَيُنَجِّى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ ٱلسُّوٓءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya: “Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. (Q.S. al-Zumar: 61)

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدْخِلْهُ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Artinya: “Barangsiapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah kemenangan yang besar.” (Q.S. al-Nisa: 13)

Wallahu a’lam.

(Visited 58 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.